• Feed RSS
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
0
Banyak hal yang dapat terjadi di dunia ini, yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin. Pasang surut kehidupan selalu menyelimuti. Kadang di atas juga kadang di bawah. Kejadian itu bukan merupakan hal yang aneh bagi kita umat manusia.

Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di mata tuhan. Akal dan pikiran sebagai pembandingnya.. Maka dari itu, sifat manusia yang satu dan yang lainnya pasti berbeda meskipun ditakdirkan sebagai anak kembar.

Suatu sifat manusia yang paling langka adalah cara menghargai sesuatu yang di ciptakan atau hasil kerja keras seseorang.

Kenapa saya katakan langka?? Karena manusia itu dasarnya egois, tidak mau menerima kenyataan yang ada, menang sendiri tanpa melihat sisi buruk dirinya sendiri.

Bukan hanya itu saja, masih banyak hal yang nggak kita sadari sebagai manusia. Memang kita di lahirkan bukan sebagai manusia super juga bukan sebagai manuia yang sempurna meskipun di bekali dengan akal dan pikiran.

Dengan menghargai sesama manusia adalah suatu hal yang sangat mulia. Coba kita bayangkan, apabila suatu pekerjaan kita tidak di hargai... Pasti kita jengkel dan mencemooh orang yang habis kita tolong.

Menghargai bukan semata-mata berupa finansial, tapi perilaku kita untuk menyampaikannya. Sehingga orang yang menolong kita tidak tersinggung. Maka dari itu, kita harus mengetahui situasi dan kondisi. Jangan asal menyuruh... Walaupun kita seorang Boss besar. Karena manusia dihadapan tuhan itu sama. Hanya jabatan saja yang membedakan.
READMORE - Menghargai Sesama Manusia
0
Ada seorang anak namanya Sariyadi Donitomo biasa di panggil Tomo. Dia tercatat sebagai siswa SMP Negeri di kampung semuada. Lahir di keluarga yang sedang-sedang saja dan terkenal sebagai anak yang dingin, dan kreatif. Tapi selalu takut untuk mengungkapkan sesuatu.

Setelah diselidiki, tomo merupakan anak yang terkekeng di keluarganya semua serba di atur. dikit-dikit aturan, aturan, dan aturan.

Tanpa terasa Tomo selesai mengemban tugas sebagai pelajar SMP. Lalu Tomo melanjutkan di bangku SMA. Karena jarak SMA dengan rumah Tomo sangat jauh, Tomo ngekos. Jauh dari ORTU merupakan dunia baru bagi Tomo. Tomo merasa bebas sebebas-bebasnya. Seperti burung yang lepas dari kurangan.. Sifat Tomo menjadi berubah. Tomo menjadi orang yang agresif, ngak tau aturan, dan brutal. Semua terbalik 360 derajat dari sifat tomo yang masih duduk di bangku SMP.

Tomo hanya 2 tahun sekolah di SMA. Dia di keluarkan dari sekolah, karena sering bolos dan sering melakukan pemalakan di sekolahnya. Yang lebih parah lagi, Tomo sering sekali kedapatan membawa senjata tajam.

Mungkin sepenggal cerita di atas dapat menyadarkan semua Orang Tua yang sering mengekang anaknya. Memang nggak ada salahnya mengekang anak, tapi jangan kelewatan. Biarkan anak bebas, tapi bebas masih ada batas aturan. Insayaallah dengan cara begitu anak makin kreatif dan berani dalam menuangkan unek-unek yang ada di pikirannya. 

READMORE - Bebas dalam Tanda Kutip